Travel

Bandara Silangit Telah Menyiapkan Rute Singapura Ke Silangit

PT Angkasa Pura II mempercepat peningkatan spesifikasi Bandar Udara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, agar dapat melayani penerbangan internasional, September ini. Jumlah penumpang di bandara yang menjadi penopang kawasan pariwisata Danau Toba itu meningkat pesat. ”Saat ini kami fokus menyelesaikan perpanjangan landasan pacu, peningkatan kapasitas terminal penumpang, penyediaan kantor bea dan cukai, karantina, dan imigrasi. Semua itu untuk memenuhi standar penerbangan internasional. Pemerintah sedang menyiapkan penerbangan langsung Singapura-Silangit,” kata Kepala Bandara Silangit Hotasi Manalu, Selasa (8/8). Hotasi mengatakan, peningkatan spesifikasi bandara juga untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah penumpang, terutama rute Jakarta-Silangit. Pada periode Januari-Juni 2017, jumlah penumpang di bandara itu mencapai 124.000 orang dan diperkirakan mencapai 250.000 orang hingga akhir tahun. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 175.000 orang (terhitung sejak dibuka Maret hingga Desember 2016). Tingkat keterisian kursi pesawat hampir selalu di atas 80 persen. Perpanjangan landasan pacu dari 2.400 meter menjadi 2.650 meter dan pelebaran dari 30 meter menjadi 45 meter akan rampung pada pertengahan September ini. Menurut Hotasi, dengan landasan pacu yang baru, Bandara Silangit dapat didarati pesawat berbadan besar jenis Boeing 737 dengan kapasitas penumpang 150 orang. Selama ini pesawat yang dapat mendarat di bandara itu hanya pesawat jenis ATR 72 dan Bombardier CRJ 1000 dengan kapasitas sekitar 100 orang. Pesawat Boeing 737, lanjutnya, dapat mendarat di bandara itu dengan syarat jumlah penumpang maksimal setengah dari kapasitas. Secara bisnis, ini tidak menguntungkan maskapai. Kapasitas terminal penumpang juga akan ditingkatkan menjadi 500.000 orang per tahun dari sebelumnya sekitar 200.000 orang. Terminal baru ini juga menjadi perkantoran dan tempat pemeriksaan bea dan cukai, imigrasi, dan karantina, yang menjadi syarat penerbangan internasional. Hotasi mengatakan, sistem navigasi Bandara Silangit juga akan ditingkatkan. Airnav Indonesia akan membangun menara pemandu lalu lintas udara (ATC). Landasan pacu akan dilengkapi instrument landing system (ILS) agar pesawat dapat mendarat dengan pemandu otomatis, tidak seperti saat ini yang masih mengandalkan pengamatan visual secara manual.

Baca Juga  Beberapa Hotel Mewah Di Sekitaran Medan

Penggerak ekonomi

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan, Bandara Silangit telah menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan Danau Toba sejak penerbangan langsung Jakarta-Silangit dibuka Maret 2016. Wisatawan dari Jakarta dan mancanegara mulai berdatangan. Kawasan Danau Toba yang merupakan satu dari 10 destinasi unggulan nasional dapat diakses hanya dua jam penerbangan dari Jakarta. Nikson mengatakan, ekonomi masyarakat di sekitar bandara mulai menggeliat. Restoran, rumah tinggal sewa, toko suvenir, dan destinasi baru mulai tumbuh di kawasan Danau Toba. Jasa transportasi seperti penyewaan mobil juga mulai banyak. Selain menggerakkan sektor pariwisata, menurut Nikson, sektor pertanian di Tapanuli Utara juga bertumbuh. Banyak perantau dari Jakarta berkebun dan datang saat akhir pekan. Jika penerbangan internasional dibuka, Nikson optimistis target kunjungan satu juta wisatawan mancanegara per tahun ke Sumatera Utara bisa tercapai tahun 2019. Patung dewa perang Kwan Sing Tee Koen di bagian belakang Kelenteng Kwan Sing Bio di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, seperti tampak pada Selasa (8/8). Patung itu ditutupi kain putih sejak Sabtu (5/8) untuk meredam polemik sambil menunggu hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten Tuban, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pimpinan Daerah, dan Majelis Ulama Indonesia Tuban terkait keberadaan patung yang diresmikan Juli lalu. Sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa pada Senin lalu di DPRD Jatim menuntut patung itu dirobohkan.

 

Sumber : kompas.com

Facebook Comments
Hitabatak
Berbagi informasi menarik tentang Batak.
http://www.hitabatak.com