Kuliner

Ciri Khas Rasa Pizza Andaliman Asal Toba Samosir

Italian style, Batak taste. Jargon tersebut tertulis di spanduk atas Cafe Pizza Andaliman yang berada Jalan Tarutung, Km 1, Sangkar Ni Huta, Balige, Toba Samosir, Balige, Sumatera Utara.

Tampak bentuk dan hiasan atau bahan pelengkap dan hiasannya memang sama persis dengan pizza pada umumnya. Ada sosis, sayuran seperti tomat dan ditaburi keju.

Tapi rasa beda jauh, karena Pizza Andaliman diolah dengan rempah khas bumbu masak suku Batak, yakni andaliman.

Rempah andaliman yang digiling halus, kemudian irisan serai, potongan wartel, bungal kol, kacang panjang dan daun bawang, menjadi bahan utamanya.

Kemudian potongan sosis, irisan halus keju serta potongan tomat menjadi penghias atau pelengkap di bagian atas pizza.

Pizza unik ini dibuat dengan tepung terigu yang sehat, dan menggunakan topping sayur-sayuran yang mudah di dapatkan di pasar tradisional Balige.

Berbeda dengan pizza pada Italia yang kebanyakan topping sayurannya yang berasal dari sayur impor dan sulit ditemukan di pasar.

Andaliman sendiri menjadi bumbu masak paling mudah dicari jika anda ke kota Balige. Pasalnya, bumbu ini digunakan sebagai penyedap masakan suku Batak.

Masakan khas Batak seperti arsik dan saksang memerlukan Andaliman sebagai bumbu yang tak tergantikan.

Andaliman memiliki aroma jeruk yang lembut namun rasa cukup kuat di lidah sehingga menimbulkan sensasi kelu atau pedar di lidah.

Selain menjadi bumbu olahan pizza, Andaliman juga menjadi saos yang disajikan untuk menyantap Pizza Andaliman.

Wisatawan disajikan tiga jenis saos, ada mayones, saos cabai, dan saos andalan yakni saos Andaliman yang membuat lidah anda mencicipi rasa yang kuat seperti merica tapi sedikit ada rasa lemon, yang pasti rasa tersebut bisa membuat lidah pedar alias mati rasa jika anda cicipi kebanyakan.

Baca Juga  Mie Gomak Taput Raih Juara I PWKN 2017

Sebastian Hutabarat selaku pemilik kafe menuturkan keinginan mengenalkan cita rasa Batak pada wisatawan baik itu dari luar kota Balige dan turis mancanegara.

“Ini ciri khas, mungkin style kita buat agak modern untuk penarik wisatawan khususnya bule, tapi di gigitan pertama mereka tidak bisa mengelak lagi, bentuk boleh lah style Italia tapi rasa beda jauh,” katanya.

Menurut Sebastian, pembuatan hingga proses pemasakan hampir sama dengan pizza pada umumnya, menggunakan tepung terigu dan dimasak di dalam open.

“Walaupun memiliki rasa yang kuat pada Andaliman, kita memasukkan unsur modern dengan mencampurnya dengan sosis, keju dan daging. Jadi wisatawan bisa menerima masakan olahan ini dengan baik,” katanya.

“Batu setahun berdiri kafe ini sudah banyak pelanggan. Kebetulan berada di pinggir jalan lintas Tarutung. Jadi pengunjung yang mau ke Tapanuli pun lewat bisa mampir, apalagi wisatawan yang memang ingin ke Balige, pasti tak melewatkan wisata kuliner ini,” tambahnya.

Daya tariknya tidak berhenti pada keunikan kulinernya, letaknya yang berada di pinggiran Danau Toba juga menawarkan wisatawan pemandangan yang memanjakan mata saat menunggu dan menyantap makanan.

Elfa Harahap, salah seorang pengunjung, menuturkan Cafe Pizza Andaliman menawarkan rasa pizza dengan khas Batak dan pemandangan Danau Toba.

“Untuk gigitan pertama rasaAandalimannya langsung terasa, campuran sosis dan dagingnya juga buat kenyang,” katanya. (Tribun Medan/Silfa Humairah)

Facebook Comments
Hitabatak
Berbagi informasi menarik tentang Batak.
http://www.hitabatak.com