Alasan Boru Batak Tolak Lamaran Pariban

hitabatak.com > Artikel > Alasan Boru Batak Tolak Lamaran Pariban

Alasan Boru Batak Tolak Lamaran Pariban

Pariban adalah pasangan hidup yang ideal dalam adat Batak Toba, yakni antara seorang pria dengan Boru Ni Tulang (putri saudara laki-laki ibu). Atau sebaliknya antara perempuan dengan Anak Ni Namboru (putra saudara perempuan ayah).

(DOWNLOAD: Aplikasi Jodoh Batak di Sini!)

Konon Boru Batak dulu tidak bisa menolak jika pariban sudah memilihnya menjadi pasangan hidup. Tapi, kini zaman sudah berubah. Penolakan lamaran pun banyak terjadi.

Dari sekian banyak penolakan oleh Boru Batak terhadap paribannya, berikut antara lain alasan-alasan mereka:

KONSEN KULIAH/KERJA DULUNEXT

Konsen kuliah atau kerja dulu adalah alasan klasik yang digunakan banyak perempuan untuk menolak lamaran pacarnya. Tak terkecuali Boru Batak yang menolak lamaran paribannya.

Alasan ini biasanya digunakan oleh Boru Batak yang sudah tinggal di perantauan. Karena bagaimanapun, karier seorang perempuan di kota-kota besar tetap penting bagi kehidupan perekonomian keluarga ke depan.

Akan tetapi, alasan ini tak jarang hanya jadi modus Boru Batak agar si pariban tidak jadi melamar. Padahal, sejujurnya Boru Batak itu tidak cinta atau ingin hidup bersama.

Tidak Selevel

Meski bagi orang Batak Toba hubungan pariban sangat dianjurkan untuk naik ke pelaminan, faktanya banyak alasan sehingga hal itu tidak terjadi. Salah satunya adalah alasan status sosial ekonomi.

Alasan tidak selevel ini banyak digunakan para Boru Batak di perantauan untuk menolak anak namborunya yang masih tinggal di kampung (huta).

Tentu Boru Ni Tulang ini tidak mengungkapkan alasan ‘tidak selevel’ ini secara langsung, namun dengan kata-kata bersayap atau bahkan dengan mematok harga sinamot yang tinggi.

Kalau harga sinamot sudah tinggi, apa mau dikata, kami ini cuma parhuta-huta… 🙁

Baca Juga  Masyarakat Adat Desa Pariksabungan Geruduk Kantor Bupati Tolak Pergantian Nama Bandara Silangit

Sudah Sama-sama dari Kecil

Marpariban kandung sejatinya adalah hubungan sepupu antara laki-laki dan perempuan dalam adat Batak Toba. Karena sepupuan, mereka biasanya sudah mengenal pariban sejak kecil. 

Bahkan, tak sedikit yang dibesarkan bersama. Misalnya, di rumah ompung. Nah, karena sudah seperti teman dekat atau saudara kandung sejak kecil, biasanya Boru Batak menolak jika ingin dilamar pariban tersebut.

“Bagaimana bisa sepupu yang sudah seperti saudara kandung kelak menjadi suami saya?” Begitulah kira-kira keluh kebanyakan Boru Batak. 

Padahal kalau mau jujur, Boru Batak tersebut tidaklah cinta dengan paribannya. Karena kalau sudah cinta, apapun tidak akan jadi alasan. Betul kan?

Takut Incest

Karena hubungan pariban sama dengan sepupu, banyak mereka yang marpariban justru menolak dinikahkan. Alasannya, hubungan mereka terlalu dekat, sehingga takut incest (hubungan seksual pasangan yang memiliki kekerabatan dekat).

Alasan ini biasanya dipakai mereka yang kurang begitu mengerti tentang pariban sebagai hubungan searah. Artinya, hubungan pariban haruslah antara anak laki-laki dengan putri saudara laki-laki ibu (tulang). Tidak bisa terbalik!

Sebab, jika terbalik, yakni antara anak laki-laki dengan putri namboru (saudara perempuan ayah) justru dilarang. Bagi orang Batak Toba, hubungan dengan putri namboru ini adalah marito atau bersaudara-saudari. Hubungan inilah yang disebut sumbang alias incest.

Sedangkan, hubungan pariban justru sangat dianjurkan. Namun, apa mau dikata, kalau sudah tidak cinta, berbagai alasan pun bisa dipakai.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Aplikasi Hitabatak di Genggaman Anda

Download Sekarang di PlayStore.