fbpx

Bikin Haru Hadirin, Kisah Cinta Dame Siringoringo dan Pria Penyandang Disabilitas Ini

Dame Siringoringo (22) yang menikah dengan Fandi Sitanggang (26) menjadi viral di media sosial. Masyarakat menilai Dame gadis cantik menunjukkan cinta sejati karena mau menikah dengan Fandi yang merupakan penderita disabilitas yang tidak memiliki tangan dan kaki.

Pernikahan yang berlangsung di GKPS kongsi Laita Kabupaten Simalungun menjadi bahan pembicaraan warga. Tak sedikit warga yang datang ingin berfoto dengan kedua mempelai tersebut.

Dame merupakan mahasiswi Univeristas Efarina, Simalungun.

Ia menceritakan awal bertemu dengan Fandi karena jarak kos dengan rumah Fandi cukup dekat. Mereka bertemu di Desa Sondi Raya, Kabupaten Simalungun.

“Saya ngekos berdekatan dengan rumah suami saya. Saya melihat karena dia baik dan pantang menyerah. Makanya, saya mau berpacaran dengannya dan menikah,”ujarnya, Kamis (12/7/2018).

Dame mengungkapkan telah berpacaran dengan Fandi selama satu tahun tiga bulan. Ia tak pernah mempermasalahkan omongan orang tentang kekurangan suaminya.

Padahal, Fandi juga bukanlah berasal dari keluarga yang kaya. Fandi bekerja sebagai penjaga warung internet (warnet) dan sesekali membantu ibunya berjualan.

Cinta sejati Dame dengan tidak melihat kekurangan Fandi ditunjukkannya ketika ia menyanyikan lagu “Karena Cinta”.

Ia menyanyikan lagu itu sebagai ungkapan makna perjalanan cinta mereka.

Sambil menangis bahagia, Dame menyanyikan lagu tersebut. Tak ketinggalan, Fandi juga turut mengikutinya.

“Semoga kami bahagia dan sedra memiliki anak. Semoga keluarga kami tetap menjadi keluarga hingga tua dan hanya maut yang memisahkan,”ujarnya.

Diketahui, Fandi dan Dame datang ke gereja dengan menggunakan becak yang telah dimodifikasi untuk para disabilitas. Fandi pun harus digendong turun dari becak.

Bahkan, di hadapan pendeta, Fandi menggunakan kursi roda. Ia juga tidak merasa kesulitan saat menggunakan pena untuk menandatangani surat nikah.

Baca Juga  Humor Anak Medan

Pernikahan ini dihadiri oleh kedua orang tua mempelai. Semua undangan larut dalam haru menyaksikan peristiwa cinta sejati ini.

Diberitakan sebelumnya, pernikahan Fandi Barita Sitanggang (26) dengan Dame boru Siringgoringgo (22) menuai pujian dari para undangan dan masyarakat sekitar.

Bahkan, kabar pernikahan mereka telah ditunggu-tunggu warga.

Pernikahan ini pantas disebut janji suci yang tidak memandang kekurangan pasangan. Fandi yang seorang pemilik warung internet (warnet) seorang penyandang disabilitas.

Fandi yang berwajah tampan tidak memiliki tangan dan kaki sejak lahir. Sedangkan, Dame seorang gadis cantik asal Haranggaol yang normal dan tengah menempuh kuliah di Universitas Efarina.
Raut wajah Fandi terus tampak bahagia. Fandi yang sesekali bekerja sebagai petani kopi ini terus tersenyum di sebelah istri tercintanya.

Suasana menjadi haru ketika Fandi memasuki gereja dengan becak yang sudah dirancang untuk penderita disabilitas. Fandi datang dengan membonceng Dame untuk masuk ke dalam Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kongsi Laita, Simalungun, Kamis (12/7/2018).

Seluruh warga dan orang tua kedua mempelai telah menunggu di gerbang gereja. Hampir seluruh undangan larut dalam haru kebahagiaan.

Untuk turun dari becak, Fandi juga harus digendong dan didudukkan di atas kursi roda. Seorang sahabatnya mendorong kursi roda untuk memasuki gereja.

Akhirnya, Fandi dan Dame melakukan janji suci di hadapan pendeta. Saat menandatangani surat nikah, Fandi pun dengan terampil menggenggam pena dengan tangannya yang kecil.

Sementara, Dame sepanjang proses pernikahan terus menangis bahagia. Bahkan, saat menyanyikan lagu “Karena Cinta”, Dame menanahan air matanya.

Fandi mengungkapkan ini merupakan hari paling bersejarah. Ia tak menyangka Tuhan memberikan seorang perempuan normal untuknya hingga hari tua.

“Saya sangat senang sekali. Semoga kami berlanjut hingga tua dan berpisah karena maut. Pokoknya saya sangat senang sekali. Puji Tuhan,”ujar Fandi warga Desa Sondi Raya, Simalungun ini.

Baca Juga  Di Siantar, GMKI Gelar Aksi Doa Bagi Bangsa dan Perdamaian Bagi Papua

Fandi menjelaskan telah berpacaran dengan Dame selama satu tahun tiga bulan. Mereka bertemu, karena Dame ngekos di dekat rumahnya.

“Istri saya ini kuliah di Universitas Efarina. Saat ini juga masih kuliah. Kami sudah pacaran selama satu tahunlah. Terima kasih buat istriku yang sudah sabar selalu,” pungkasnya.

dikutip dari tribun-medan.com

Facebook Comments