Diskusi Cerdas GMKI : Sumpah Pemuda Dalam Kacamata Millenial

hitabatak.com > Artikel > Diskusi Cerdas GMKI : Sumpah Pemuda Dalam Kacamata Millenial

Diskusi Cerdas GMKI : Sumpah Pemuda Dalam Kacamata Millenial

Hitabatak.com ||  Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Komisariat USI, Cabang Pematangsiantar-Simalungun memperingati hari sumpah pemuda ke 91 tahun dengan melakukan Diskusi Cerdas dengan Tema “Sumpah Pemuda Dalam Kacamata Milenial ” kegiatan itu dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum Universitas Simalungun (FH-USI)

Alboin Samosir salah satu pembicara pada diskusi tersebut memulai pemaparan nya dengan mengutip pernyataan Pramudya ananta Toer yakni “Sejarah dunia adalah sejarah orang muda, jika orang muda sudah mati rasa maka matilah sejarah bangsa.”

Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar ini, memaparkan, bahwa Pemuda haruslah merefleksi dan belajar dari sejarah. Setiap perubahan di Indonesia khususnya Tahun 65 dan Tahun 98, tidak terlepas dari pergerakan para pemuda.

“Tapi jangan terjebak dengan glorifikasi masa lalu. Pemuda harus sadar betapa mereka memiliki peran sentral bagi keberlangsungan bangsa,” ujar Alboin.

Akademisi USI Dian G Purba SE Msi, mengemukakan bahwa dengan melihat kondisi pemuda saat ini, maka sangat tidak mungkin untuk berharap banyak pada pemuda di era milenial saat ini.

“Kita omong kosong berbicara 4.0 atau bahkan membayangkan bonus demografi 2030, sementara kita sendiri minim refleksi dan diskusi,” ujarnya.

Dian berpendapat bahwa minim refleksi menjadikan peringatan hari-hari besar seperti sumpah pemuda, hari pahlawan dan lainnya, hanya akan berkesan sekadar seremonial belaka saja. Dian menyayangkan mahasiswa dan pemuda saat ini yang nongkrong berkumpul, tidak mau lagi berdiskusi membicarakan nasib bangsa, melainkan masing-masing sibuk sendiri.

Hal senada disampaikan Ketua GMKI Siantar-Simalungun May Luther Dewanto Sinaga S.Th. Dia berpendapat, bahwa generasi muda saat ini tidak layak disebut sebagai generasi milenial, melainkan merupakan generasi merunduk.

“Kenapa merunduk? Karena mereka sudah ketegantungan game maka cenderung individualistik, sangat jauh dari semangat sumpah pemuda yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan pemuda,” kata Mahasiswa Pascasarjana STT HKBP Pematangsiantar ini.

Baca Juga  Gerakan pake Masker disosialisasikan di Tebing tinggi

Sementara, Ketua Himpunan Pemuda Nias Yafanus Buulo’lo SH, berpendapat bahwa untuk membangun kesadaran pemuda diperlukan semangat literasi yang tinggi. Dia menilai bahwa teknologi harus dipandang dari dua sisi yang berbeda.

“Memang di suatu sisi teknologi membuat pemuda individualistik, malas berdiskusi dan berliterasi maka menjadi bodoh, tapi di sisi lain teknologi juga bisa kita gunakan untuk mempermudah kita dan menambah wawasan kita,” ujar Yafanus.

Dia mengingatkan, bahwa dalam mengakses teknologi informasi pemuda harus berhati-hati agar tidak terlibat dengan hoax yang menjadi tantangan berat, bagi pemuda di era keterbukaan informasi yang seluas-luasnya.

Acara yang dimoderasi Gading Simangunsong, dirangkai dengan tanya-jawab yang dialogis antara pembicara dan peserta diskusi.

Di akhir acara, May Luther dan Alboin Samosir, mewakili dua pembicara lainnya berkesempatan mengumandangkan Sumpah Pemuda dan sumpah mahasiswa untuk merawat ingatan dan bagian dari refleksi hari sumpah pemuda itu sendiri.

Selepas diskusi, Panitia Pokja Penyelenggara acara beserta Pengurus GMKI Komisariat USI, memberikan piagam penghargaan sebagai bentuk terimakasih kepada para narasumber.

Terpisah, Pokja Diskusi Popy Sihombing dan Lenti Sofanta Sinaga mengungkapkan, bahwa diskusi cerdas merupakan program kerja Bidang Pendidikan Kader Komisariat USI, bertujuan menambah pengetahuan dan pembobotan kader bertepatan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.

Ketua GMKI Komisariat USI Harry David Levi Lingga, didampingi Sekretaris Armada Prawira Gautama Simorangkir, berharap dengan diselenggarakannya diskusi itu mampu membuka semangat baru bagi pemuda untuk gencar berdiskusi, serta membangun kesadaran pemuda perihal tantangan zaman bagi pemuda kedepan.

“Semoga pemuda semakin mempersiapkan diri dalam menyambut revolusi 4.0 dan Bonus demografi,” kata Harry David Levi Lingga.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Aplikasi Hitabatak di Genggaman Anda

Download Sekarang di PlayStore.