Gerakan #Save Babi akan Menuntut Ganti Rugi atas Kematian Puluhan Ribu Babi di Sumut

hitabatak.com > Artikel > Gerakan #Save Babi akan Menuntut Ganti Rugi atas Kematian Puluhan Ribu Babi di Sumut
Masyarakat berkumpul di Wisma Mahinna di Jalan Rela, Medan, Selasa (21/1)

Gerakan #Save Babi akan Menuntut Ganti Rugi atas Kematian Puluhan Ribu Babi di Sumut

hitabatak.com/Medan. Sejumlah masyarakat Batak yang tergabung dalam organisasi Gerakan #Save Babi Sumatera Utara melakukan pertemuan sebagai bentuk protes terhadap rencana Pemprov Sumut yang sempat berencana memusnahkan seluruh babi di Sumut setelah merebaknya demam babi afrika (african swine fever/ASF).

Pertemuan ini dilaksanakan di Wisma Mahinna di Jalan Rela, Medan, pada selasa (21/1) sore sebagai tindak lanjut dari surat undangan yang disebar melalui media sosial beberapa waktu yang lalu.

Pertemuan tersebut terlihat dihadiri oleh para masyarakat yang mengaku sebagai pecinta daging babi, peternak, pengusaha rumah makan dan penjual daging serta penjual pakan ternak.

Dilansir dari Laman Kompas, Boasa Simanjuntak selaku Ketua gerakan #SaveBabi, Boasa Simanjuntak mengungkapkan, masyarakat Batak dan pecinta babi di Sumut dengan tegas menolak rencana itu karena babi memiliki kedaulatan tersendiri dalam hidup orang Batak, terutama dalam urusan adat.

“Dalam urusan adat, babi tidak bisa digantikan dengan hewan lain. Ini bukan perkara main-main,” katanya saat pidato.

Lebih lanjut Boasa menekanakan mengenai sakralnya ternak babi, bisa terjadi pertengkaran antarkeluarga jika ada satu pihak yang tak mendapat bagian dari ekor babi. Itu baru bagian ekor, belum lagi dengan urusan lain yang lebih esensial.

Boasa juga menilai bahwa pemerintah lalai terhadap status penyakit yang menyebabkan kematian puluhan ribu babi di Sumut. Sebelumnya, pemerintah yakin bahwa kematian babi disebabkan virus kolera babi. Lalu kabar terakhir disebut karena ASF.

“Ini menandakan kalau pemerintah sepele. Tidak melalui penelitian yang mendalam. Masyarakat yang jadi bingung,” katanya.

Tidak hanya berimbas bagi sisi Adat Batak, Kematian puluhan ribu babi di Sumut ini sudah membawa dampak buruk terhadap perekonomian warga.

Baca Juga  Pemakzulan Walikota Pematangsiantar, GMKI : Tidak Ganggu Jalannya Roda Pemerintahan Kota Pematangsiantar

Para masyarakat mengeluh karena ternak babi mereka habis sehingga mata pencaharian jadi terganggu padahal banyak dari masyarakat yang memanfaatkan ternak babi sebagai penghasilan utama mereka.

Berangkat dari kerugian tersebut, Gerakan ini akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut. Rencana ini sudah dimatangkan, tinggal eksekusi pada tanggal 3 Februari mendatang dengan tuntutan mendesak supaya pemerintah memberikan solusi yang terbaik atas masalah ini bukan malah memusnahkan.

Selain aksi damai, gerakan ini juga akan meminta ganti rugi terhadap babi-babi yang sudah mati dengan membentuk tim pengacara. Tim ini nantinya akan menjalankan upaya hukum melalui class action, seperti yang diungkapkan Hasudungan Siahaan salaku sekretaris Panitia.

“Kita tidak bisa tinggal diam. Babi-babi yang sudah mati itu harus ada ganti ruginya. Pemerintah jangan hanya menyuruh kami menguburkan babi, tetapi harus ada gantinya. Entah itu bibit,” kata Hasudungan Siahaan.

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Aplikasi Hitabatak di Genggaman Anda

Download Sekarang di PlayStore.