HUT Taput 74 : Membawa Kemajuan Taput Kedepan

Setelah melalui proses perjalanan waktu yang begitu panjang dari masa ke masa, kini Tapanuli Utara menuai usianya yang semakin bertambah yaitu 74 tahun terhitung dari 05 Oktober 1945.

Kabupaten Tapanuli Utara adalah  kabupaten yang didominasi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan berkebun. Kabupaten ini di juluki dengan Kota Wisata Rohani yang terkenal dengan icon Salib Kasih yang mejulang tinggi tegap berdiri di pucuk bukit/dolok Siatas Barita.

Di bukit inilah I.L.Nomensen menyebarkan berita kebaikan dan nilai-nilai kekristenan ke masyarakat Batak pada masanya di tahun 1863 di Kota Tarutung.  Kabupaten ini termasuk dalam kategori daerah yang luas dengan jumlah 15 kecamatan dan luas wilayah 3.793,71 km2. Beribukotakan Tarutung, kota ini mempunyai sejarah yang menarik dan khas daerah yang unik.

Kearifan lokal yang terdapat di daerah ini seakan memberikan kenyamanan bahwa alam dapat menghidupi segala linimasa kehidupan dan gerak-geriknya. Orang mengenal kota yang sejuk ini sebagai destinasi wisata dengan berbagai pemandangan dan kehangatan alam.

Tidak terlepas dari itu, kota ini pun selalu terkabar dengan sumber daya manusia yang mampu bersaing di luar maupun dalam provinsi bahkan luar negeri.

Sebagai contoh gambaran yang diberikan adalah destinasi Air Soda Tarutung yang terletak di Desa Parbubu, air soda yang di percaya hanya ada 2 di dunia yaitu di kota ini dan satu lagi dii Venezuela, tentu ini sangat menghasut perhatian para pengunjung untuk menghampirinya, kemudian Kacang Sihobuk adalah makanan ringan khas daerah ini. Setelah itu, kota yang berada di lereng bukit ini juga merupakan pusat perekonomian masyarakat Tapanuli pada masa lampau.

Keunikan setiap daerah juga dapat mewarnai wajah kabupaten ini, air panas Sipoholon yang terkenal, Ombus-ombus dari Siborong-borong, Nenas Sipahutar, Durian Pahae, Kemenyaan/Haminjon Banuaji Adian Koting, Pinggiran Danau Toba Muara  dan lain sebagainya. Tentu ini menjadi harta kekayaan yang dimiliki setiap insan yang menempati daerah Tapanuli Utara. Menurut saya, kearifan lokal, potensi alam serta kesuburan tanah merupakan anugerah terbesar dari Sang Semesta bagi pengisinya untuk dikekola dan dikembangkan dengan baik.

Mimpi Besar Dan Cita-Cita Bupati Tapanuli Utara.

Yang pertama, Saya Ucapkan Selamat Ulang Tahun buat Bapak Nikson Nababan (Bupati Taput 2014-2019 dan Periode 2019-2024) yang ke 47 Tahun. Semoga Bapak diberi hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab dalam menakhodai Taput lima tahun kedepan. Tepat 05 Oktober bapak merefleksikan hari kelahiran bertepatan di hari ulang tahun Taput yang ke 74, bapak yang ke 47 hehe sekaligus Ulang Tahun ABRI yang ke 74 juga. Tuhan berkati!

Tapanuli utara yang dimpimpin oleh Drs. Nikson Nababan M.Si dan Sarlandy Hutabarat ini mempunyai cita-cita yang begitu besar bagi kemajuan Taput. Janji kampanye yang selalu saya ingat visinya adalah Taput sebagai lumbung pangan dan lumbung sumber daya manusia yang berkualitas dan lahan pertanian berkelanjutan” dengan misi: meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui perlindungan petani dan lahan pertanian berkelanjutan.

Pengembangankomoditif dan produk unggulan daerah berbasis pertanian dan sumber daya lokal. Mengingkatkan kwalitas layanan pendidikan kesehatan, meningkatkan kualitas dan daya saing SDM melalui pelatihan tenaga kerja, pemanfaatan IPTEK dan pengembangan jiwa kewirausahaan, meningkatkan destinasi wisata melalui pengembangan kawasan wisata alam, budaya, rohani dan agrowisata. Meningkatkan kualitas infrastuktur yang terintegrasi dengan mengacu pada penataan ruang/wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup. Meningkatkan kapasitas desa menuju desa yang mandiri dan meningkatkan kwalitas pelayanan publik dengan sistem e-goverment.

Hemat saya, Pemkab Taput punya terobosan yang sangat besar bagi kemajuan Tapanuli Utara, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa cita-cita yang sangat besar itu ketika terlaksana dengan baik maka kesejahteraan masyarakat Taput akan terealisasi/terpenuhi.

Tentu dalam melaksanakan visi dan misi ini bukan hal yang mudah tanpa dukungan dari segala lembaga yang ada terutama masyarakat itu sendiri. Menjadi pelayan publik dengan kapasitas penduduk yang relatif banyak dan wiayah yang luas pun menjadi tantangan tersendiri, tetapi kita yakin bahwa tidak ada yang tidak terlaksana jika dibarengi dengan ketekunan dan doa. Secara struktur budaya, masyarakat Taput masih menjungjung tinggi nilai-nilai adat yang berlaku, pendekatan kurtular marga dan potensi alam.

Kurun waktu lima tahun kedepan Bupati Taput Nikson Nababan kembali menakhodai kemajuan Taput, kepercayaan ini di dapatkan kembali oleh beliau setelah memenangkan pilkada serentak April lampau. Kepercayaan publik seperti ini haruslah menjadi motivasi bagi Pemkab untuk membawa Taput Berdikari, apapun yang belum terealisasi lima tahun belakang, Tuhan kasih kesempatan untuk Bapak Nikson untuk melanjutkannya.

Sebagai putra Taput tidak ada alasan untuk tidak menerima program Pemkab Taput yang dijalankan selagi masih di koridor yang benar. Memang, sebagai generasi muda dan juga sebagai mitra kritis pemerintah harus memberikan sumbangsih positif untuk kemajuan Taput. Mitra kritis berarti berani memberikan solusi ketika dalam memberikan kritikan atau argumen, saya pun yakin Pemkab Taput bukan antikritik terhadap kemajuan Taput. Tuhan Berkenan.!

Budaya, Kebudayaan dan Prinsip harus dimiliki Masyarakat Taput.

Seperti kata pepatah “Budaya Mempertahankan Kemerdekaan”, ini menjadi acuan untuk menjaga nilai-nilai budaya yang ada di lingkungan masyarakat. Dengan memberikan perhatian terhadap budaya tentu juga peduli terhadap kemajuan bangsa dan menjalankan nilai-nilai moral atau norma yang berlaku di tatanan masyarakat. Ini menjadi sumber motivasi bagi sosial masyarakat yang ada. Semangat gotong royong, toleransi dan perhatian terhadap kondisi sosial. Mencintai budaya pun termasuk dalam mencintai keberagaman. Tapanuli Utara memiliki hal itu, sebagai salah satu contoh Tonun/Tenun Ulos Batak yang ada di Simorangkir masih memberikan nilai positif terhadap ke-kreatif-an masyarakat, anak muda khususnya. Saya juga ingin mendorong Pemkab Taput dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Taput untuk tetap mempertahankan eksistensi kebudayaan di Taput. Dulu, sewaktu Sekolah Dasar saya masih belajar muatan lokal bahasa daerah yaitu aksara Batak Toba. Ini harus dipertahankan meskipun di tengah-tengah dunia teknologi yang semakin canggih yang dapat mempengaruhi pola pikir anak-anak dan pemuda.

Mempertahankan bahasa daerah (Bahasa Batak Toba dan Aksara) ini merupakan landasan yang kuat untuk mempertahankan budaya, sehingga kebudayaan tetap dibudayakan. Pelajaran bahasa daerah ini harus tetap pelopor persatuan antara budaya masa lalu dan budaya masa depan  bagi pelajar di Taput, kecanggihan dan persaingan ekonomi harus mampu di telisiki salah satu menunjukkan ekonomi kreatif dengan memperkenalkan seni aksara toba di dunia publik.

Tidak hanya itu, akasara batak pun diyakini sebagai titisan leluhur sebagai persatuan suku. Corak dan lika-liku bahasa menggambarkan ada seni yang akurat yang terkandung dalam budaya. Untuk itu, saya berharap aspirasi ini dapat didengarkan Pemkab/Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Taput.

Tidak dilupakan, bahwa awal bulan Oktober 2019 Wakil Rakyat Kabupaten Taput pun telah dilantik dan mengambil sumpah jabatan. Wakil rakyat yang dilantik ada sekitar 35 orang ini diharapkan dapat membawa perubahan bagi untuk masyarakat Taput. Bulan Oktober 2019 merupakan bulan yang spesial dan harapan baru Taput, refleksi Ulang tahun Tapu dalm rangka semangat baru membangun Taput dan SDM yang ada di dalamnya. Pemkab Taput dan DPRD Taput harus bersinergi dengan kesatuan visi dan misi dalam memajukan daerah ini. Maju dalam bidang pendidikan, kesehatan, teknologi,infrastruktur, suprastruktur, wisata dan lain sebagainya termasuk budaya. Jaya Taput!

Akhirnya, di penghujung cerita, saya mengucapkan banyak terimakasih untuk semua pihak. Semoga harapan baru di usia Taput yang ke 74 ini semakin nyata. Salam hangat dengan sejuta mimpi untuk Tapanuli Utara dari Putra daerah asli Tapanuli Utara. Horas!!!

_Jerri Simanjuntak/Sipahutar Taput._
Bengkulu, Oktober 2019

Facebook Comments