June 5, 2020

hitabatak.com

kumpulan informasi tentang lirik, budaya, berita batak menarik

ILAJ nilai Dirut PD-PHJ Siantar Terburuk dalam pencegahan Covid-19 di Pasar Horas

Pajak Horas, Parluasan Pematangsiantar (foto : Majalahkabar)

Pajak Horas, Parluasan Pematangsiantar (foto : Majalahkabar)

Pematangsiantar – Melalui Frengki Simanjuntak selaku Sekretaris Jendral Institute Law aand Justice (ILAJ) atau Yayasan Lembaga Hukum dan Keadilan kembali menyampaikan kritikan pedas terhadap kepemimpinan Sdr. Bambang Kencono Wahono (BKW) sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ).

“Hasil investigasi yang ILAJ lakukan seputar pasar horas, sangat minim bahkan bisa dikatakan tidak ada upaya pihak PD-PHJ untuk mencegah Covid-19, karena pasar terus berlangsung namun para pedagang dan penjual tidak mendapatkan perlakukan sesuai dengan sdandart yang berlaku”, tegas Frengki Simanjuntak kepada hitabatak pada Rabu (8/4) sore.

Frengki Simanjuntak Sekretaris Jendral Institute Law aand Justice (ILAJ) (foto : Ist)
Frengki Simanjuntak Sekretaris Jendral Institute Law aand Justice (ILAJ) (foto : Ist)

Lebih lanjut Frengki menerangkan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan arahan terkait protokol pencegahan corona di berbagai tempat, di antaranya protokol tempat umum hingga kelompok lansia.

Dalam lampiran surat, diberikan arahan protokol pencegahan Corona, untuk di tempat umum atau pasar horas jaya idealnya dilakukan demikian. Sebut Frengki

Berikut ini protokol yang diberikan oleh Kemendagri:

Protokol Tempat Umum

Protokol di tempat publik. Tempat publik yang dimaksud adalah: taman bermain, jalur hijau, perbelanjaan dalam ruang, ruang spontan dalam lingkungan hunian, ruang terbuka komunitas, mal, dan pasar. Langkah-langkah pencegahan COVID-19 pada tempat publik:

1. Pastikan seluruh area umum dalam keadaan bersih dengan cara melakukan pembersihan menggunakan disinfektan minimal 3 kali sehari, terutama pada waktu aktivitas padat (pagi, siang, dan sore hari) di setiap lokasi representatif (pegangan pintu, tombol lift, pegangan eskalator, dll).

2. Deteksi suhu tubuh di setiap titik pintu masuk tempat umum. Jika suhu tubuh masyarakat terdeteksi >38 derajat Celsius, dianjurkan untuk segera memeriksakan kondisi tubuh ke fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak diperkenankan memasuki tempat umum.

3. Pastikan ruang isolasi tersedia di acara besar (contoh: konser, seminar, dll). Memastikan ada pos pemeriksaan kesehatan, ruang transit dan petugas kesehatan di setiap acara besar. Jika pada saat acara ada peserta yang sakit segera dilakukan pemeriksaan, jika kondisinya memburuk, pindahkan ke ruang transit dan segera rujuk ke RS rujukan.

4. Menyediakan pos kesehatan di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

5. Mempromosikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dengan cara memasang poster mengenai pentingnya cuci tangan dan tata cara cuci tangan yang benar.

6. Pastikan tempat umum memiliki akses untuk cuci tangan dengan sabun dan air atau pencuci tangan berbasis alkohol.

7. Tempatkan dispenser pembersih tangan di tempat-tempat strategis dan mudah dijangkau masyarakat di tempat umum serta dan pastikan dispenser ini diisi ulang secara teratur.

8. Memperbarui informasi tentang COVID-19 secara reguler dan menempatkan di area yang mudah dilihat oleh pengunjung. Menyediakan media komunikasi, informasi dan edukasi (KlE) mengenai pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lokasi strategis di setiap tempat umum.

Atas delapan poin tersebut, kata dia ILAJ menilai tidak satu pun dilakukan oleh pihak PD-PHJ, oleh karena itu sangat wajar jika kami menilai dibawa kepemimpinan Sdr. Bambang ini PD-PHJ semakin memburuk.

Baca Juga  Terkait Covid-19, 160 warga Malaysia dipulangkan dari Sumatera

“Delapan poin tersebut merupakan SOP yang seharusnya diberlakukan saja tidak ditaati oleh pengelolah pasar horas yang dalam hal ini Sdr. Bambang sebagai Dirut PD-PHJ, bagimana mana pula kalau pedagang-pedagang dipasar horas itu menuntut karena penghasilan mereka berkurang akibat Covid-19, pasti pihak PD-PHJ akan lepas tangan, kalau memang tidak mampu lebih baik mengundurkan diri aja” pungkas Frengki yang juga merupakan salah satu pedagang dipasar horas jaya.

Facebook Comments