June 5, 2020

hitabatak.com

kumpulan informasi tentang lirik, budaya, berita batak menarik

IMF : Indonesia satu dari 3 Negara di Asia Mampu Bertahan Hadapi Corona

Sri Mulyani Menteri Keuangan (foto :ive.worldbank.org)

Sri Mulyani Menteri Keuangan (foto :ive.worldbank.org)

Jakarta – IMF atau International Monetary Fund dan Bank Dunia memperkirakan Indonesia masih bisa tumbuh positif di tengah pandemi virus Corona Virus bersama dua negara lainnya, yakni Tiongkok dan India. Hal tersebut diungkapkan oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan dalam keterangan tertulisnya, pada Selasa (7/4).

“Proyeksi untuk Asia, termasuk Indonesia dari dua institusi, yaitu World Bank dan IMF, hanya tiga negara yang masih diperkirakan bertahan di atas 0 persen atau positif teritori, yaitu Indonesia, Tiongkok dan India,” kata ri Mulyani Indrawati.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 2,3 persen di kuartal II dan III pada tahun ini, sementara pertumbuhan akan membaik di kuartal IV-2020.

“Untuk Indonesia, saat ini, skenario kita sudah turun di 2,3 persen. Ini adalah dampak dari corona virus yang paling severe atau paling parah terjadi di kuartal kedua tahun ini dan mungkin akan continue di kuartal tiga dan mungkin agak mulai membaik di kuartal keempat,” jelas dia.

Kombinasi Kebijakan

Dampak dari pandemik Covid-19 membuat berbagai negara mengkombinasikan kebijakan penanganan dan stimulus ekonomi yang besar. Ini disebakan eskalasi penyebarannya juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi global dan Indonesia.

Sri Mulyani menyebut langkah yang dilakukan semua negara biasanya terdiri dari instrumen fiskal, apakah itu memberikan insentif pajak atau tax break.

Belanja Umum di Bidang Kesehatan dan Bansos

Lalu, kata Sri Mulyani, mereka memberikan tambahan belanja umumnya di bidang kesehatan dan bantuan sosial, dan juga membantu dunia usaha, termasuk menjaga sistem keuangan supaya tidak mengalami potensi krisis.

“Ini yang dilakukan oleh semua negara dalam menghadapi Covid-19 melalui penjaminan, memberikan jaminan pinjaman tetap, kredit tetap mengucur atau memberikan fasilitas refinancing atau restructuring,” jelasnya.

Baca Juga  Jokowi Centre Minta Kepala Daerah Lakukan Sosialisasi New Normal Secara Masif

Kemungkinan Terburuk

Kemenkeu bersama BI, OJK dan LPS juga sudah melakukan forward-looking assesment. Hal itu dilakukan berdasarkan berbagai contigency atau kemungkinan, termasuk kemungkinan yang lebih buruk dari kondisi baseline yang sedang ataupun sudah diperhitungkan saat ini.

Ketersediaan Anggaran

Pihaknya juga akan bekerja semaksimal mungkin memastikan ketersediaan anggaran. Hal ini dilakukan untuk mempercepat upaya penanganan krisis ini, dengan tetap menjaga kesehatan dan kesinambungan keuangan negara melalui kebijakan fiskal dan APBN.

Itu diperlukan guna merespons kejadian Covid-19 dengan melakukan refocusing program, realokasi anggaran serta penyediaan stimulus untuk tujuan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan dukungan dunia usaha.

Sumber : Liputan6

Facebook Comments