Karmila Purba : Joki Perempuan Pertama Tong Setan Asal Sumatra! Simak Videonya!

hitabatak.com > Artikel > Karmila Purba : Joki Perempuan Pertama Tong Setan Asal Sumatra! Simak Videonya!

Karmila Purba : Joki Perempuan Pertama Tong Setan Asal Sumatra! Simak Videonya!

Siapa yang tidak kenal dengan pasar malam, pasar malam merupakan hiburan rakyat yang sangat ramai dikunjungi oleh orang dan biasanya pasar malam diadakan ketika musim panen tiba.Banyak permainan yang disediakan di sana seperti kincir raksasa,lempar gelang, mainan anak-anak, lotre dan juga tong setan.
Hiburan rakyat ini biasanya menetap di satu tempat selama satu atau dua minggu, sebelum pindah ke tempat lain di Sumatra.
Salah satu wahana yang cukup ekstrem adalah tong setan, tong setan merupakan arena untuk melihat atraksi sejumlah orang bermotor di sebuah tong raksasa, dengan berputar mengelilingi tong, mampu menarik perhatian banyak penonton.

Para joki mengemudikan motor menjelajahi dinding hampir tegak lurus itu berkeliling dalam putaran spiral, dari bawah hingga ke atas, dengan posisi menyamping, seakan melawan hukum gravitasi.
para joki melakukan atraksi dengan sesekali mengemudi sambil berbaring, berdiri, mengangkat sebelah kaki, atau memindahkan kedua kaki di sisi yang sama.Dan mereka semua melakukannya tanpa helm pelindung kepala, tanpa pengaman apa pun. Penonton menahan nafas dalam ketegangan. dan ketika motor-motor itu kembali ke dasar, mengakhiri atraksi mereka, mereka menarik nafas lega dan tepuk tangan bergemuruh.

Karmila adalah salah satu joki motor tong setan yang saat ini sangat viral media sosial, karena dialah perempuan pertama di Sumatera yang menjadi joki motor tong setan.

Perempuan Tong Setan

#Video: Perempuan Tong Setan ‘pertama’ di Sumatra

Tong Setan menjadi hiburan bagi pengunjung, sekaligus ajang untuk mencari nafkah para pengemudi di dalamnya. Karmila Purba menjadi salah satu pengendara perempuan Tong Setan di Sumatra. Sang pelatihnya bahkan mengklaim, Karmila Purba adalah pengendara Tong Setan perempuan pertama di Sumatra. http://bbc.in/2rgxtIM

Dikirim oleh BBC Indonesia pada 12 Juni 2017

Menurut Karmila yang dikutip dari berbagai sumber, dia merasa sangat takut dalam melakukan atraksi namun dia berpikir ini semua tujuannya baik untuk menghihur orang, dimana ada perasaan senang bahwa orang terhibur.
Dalam atraksi motor itu banyak penonton yang memberikan dukungan seperti melempar uang dan membiar uang mereka di tanganya supaya para joki datang menjemput uang ke tangan mereka dan itu merupakan salah satu moment yang sangat ditunggu oleh penonton, karena ban motor tersebut sangat dekat dengan batas akhir dari tong setan tersebut.
Namun menurut Karmila banyak juga penonton yang mempermaikan para joki “pengunjung yang main-main dengan saweran. Ada yang gak pikir kita mati-matian padahal dia cuma kasih Rp2.000, cuma sedih ya, perasaan itu gak bisa dikeluarkan… paling dipendam saja.”

Baca Juga  Sumut raih penghargaan Anugerah KPAI 2020

Sejak kecil, perempuan asal Pematang Siantar ini sudah tertarik dengan motor dan aksi di tong ganjil ini.

“Dari dulu waktu kecil saya penasaran kok bisa sih ini motor mutar-mutar di dalam, apa sih rahasianya. Terus coba-coba dan murni mendapat skill (keterampilan) ini ya gara-gara penasaran.”
Joki perempuan pertama di Sumatra
Penampilan Karmila, sebagai joki perempuan, termasuk salah satu yang menarik perhatian pengunjung.
“Karena balapnya menegangkan, dan ada juga cewek-ceweknya, jadi seru lah. Saya rasa, saya puas,” kata Bima Akbar, salah seorang penonton di Binjai.

Risiko tinggi menjadi daya tarik sendiri, sehingga pertunjukkan begitu menegangkan, dan menarik perhatian penonton.
Karmila menyadarinya dan secara sadar menempuh risiko itu. Ia bermimpi bahwa berkat keterampilannya ini namanya dikenal di luar negeri.
Tora Palepi, pelatih para joki tong setan kelompok itu, memuji Karmila.
“Dialah perempuan pertama di Sumatra ini yang jadi joki tong setan, Aku juga bangga bisa mengajari wanita. Lama lama, jadi banyak wanita yang tertarik. Tidak semuanya bisa, tapi banyak yang benar-benar jadi joki” cerita Tora.
Tora – yang dulu juga adalah joki tong setan, dan sebelumnya malah jadi penjual karcis juga mengakui risiko permainan ini. Namun menurutnya, pengamanan dengan memakai helm akan membuat para joki terganggu.
“Yang kuajarin ke orang itu pokoknya yakin aja, nyali tidak cukup… dia harus pandai bawa kereta (motor),” kata Tora.
“Jarak pandang jadi tidak luas kalau pakai helm, jadi terganggu, lah.”
Ia menyebut, yang harus diperhatikan sekali adalah rantai roda dan ban.
“Risiko bahaya, itu kalo pas di atas, ban bocor, akan jatuh,” tambahnya.
Orang tua menangis
Karmila mengaku tidak pernah punya hari libur. Ia mengambil jeda bila pindah ke pasar malam lain, dan ia beristirahat saat para petugas memasang fasilitas hiburan rakyat ini.
Ia mengatakan mendapatkan sekitar Rp6 juta setiap bulan di luar tip dari penonton.
Berbeda dengan Karmila yang mengaku sejak kecil tertarik atraksi ini, Nurul Husna perempuan lain yang baru bergabung dengan pasar-pasar malam di Sumatra Utara dalam dua bulan ini punya alasan berbeda. Ia mengaku menjadi joki merupakan pekerjaan yang terpaksa dia lakukan karena tidak memiliki pilihan lain.

Baca Juga  Salah Ucap Masjid Al Aqsa Jadi Masjid Al Aqua, Donal Trump Tuai Kecaman
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Aplikasi Hitabatak di Genggaman Anda

Download Sekarang di PlayStore.