Khotbah Minggu, 17 November 2019 (Minggu Keduapuluhdua Setelah Trinitatis)

Tuhan Bersama Kita (Filipi 4:10-20)

10. Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11. Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 15. Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 16. Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 17. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. 18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Mungkin beberapa dari kita masih ingat ketika petinju Evander Holyfield akan bertarung melawan petinju ‘si leher beton’ Mike Tyson beberapa waktu silam. Evander memakai selempang yang bertuliskan Filipi 4:13. Evander sangat mengimani Firman yang tertulis dalam ayat itu untuk memberinya semangat dan rasa percaya diri melawan sang juara. Begitu juga dari balik penjara, Paulus bercerita kepada orang percaya di Filipi, katanya: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Ayat 13).

Baca Juga  Minggu, 29 Desember 2019 (Minggu Pertama Setelah Natal)

Paulus dalam hidupnya banyak pengalaman, dan banyak perkara yang dihadapinya. Berbagai macam kesedihan dan kegembiraan, penderitaan dan kebahagiaan, pujian dan caci makian, perlindungan atau ancaman pembunuhan, dan perkara lainnya.

Namun semua perkara itu dihadapi Paulus tidak dengan keluhan atau putus asa, melainkan dengan kekuatan yang mengan-dalkan Tuhan. Karena bagi Paulus, Tuhanlah sumber kekuatan dan pengharapan. Memang, saat ia mengandalkan Tuhan, tidak semua perkara selesai seperti yang diharapkannya. Ketika harapannya tidak menjadi kenyataan, ia tetap dapat bersyukur karena dia yakin bahwa semua yang dialaminya diijinkan Tuhan untuk dijalaninya.

Kita juga harus meneladani Paulus, ketika kita mengalami pergumulan dan tantangan hidup, kita perlu mendapatkan semangat dan motivasi agar kita memiliki kekuatan menghadapi tantangan yang sedang kita hadapi. Itulah juga yang dilakukan Evander Holyfield dalam pertarungannya. Ingatlah Filipi 4:13, bahwa semua, artinya, tidak satu pun, perkara yang tidak dapat kita tanggung bersama Kristus Tuhan kita. Andalkanlah Tuhan dalam hidup kita, pasti hidup akan berbeda, lebih bersukacita dan berpengharapan di saat pergumulan datang menyapa.

*Yayasan Badan Kerjasama Marturia 

Facebook Comments