Kisah Sejarah Masuknya Agama Islam Ke Tanah Batak

Suku Batak terbagi menjadi lima suku besar, yakni Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Angkola dan Batak Mandailing.

Jika empat suku pertama mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk agama Kristen, tidak demikian dengan Batak Mandailing yang mayoritas memeluk Islam.

Menurut Adi, pemandu wisata lokal, masuknya Islam di Mandailing berasal dari penyebaran Raja Sumatra Barat. Raja Rao yang kala itu memerintah berhasil menyebarkan Islam di Mandailing, namun gagal menyebarkannya ke suku Batak yang lain.

Mandailing lebih dulu Islam daripada ketika Kristen masuk ke Batak. Cuma penyebaran Islam kala itu cuma sampai Mandailing saja karena Raja Rao yang kala itu menyebarkan kan meninggal.

Masuknya Islam ke Mandailing ini terjadi di sekitar tahun 1800an ketika pecah perang Paderi. Konon, penyebaran Islam di Mandailing pada kurun waktu 1816-1820 dilakukan dengan cara kekerasan, termasuk dengan menggunakan senjata.

Sementara di Tomok, Islam masuk dibawa oleh panglima perang Raja Sidabutar ke-2, yakni Tengku Muhammad Said yang berasal dari Aceh.

Tengku merupakan panglima perang kesayangan Raja Sidabutar ke-2, Ompu Niujungbarita Sidabutar. Buktinya, patung Tengku ada di peti mati Raja Sidabutar ke-2 sebagai bentuk penghormatan.

Di bawah Tengku Muhammad Said, wilayah kekuasaan kerajaan Sidabutar di Sumatera Utara semakin luas.

Sayangnya, meski sukses dalam kariernya sebagai panglima perang, Tengku Muhammad Said gagal menyebarkan Islam melalui dakwahnya.

Hingga akhir kejayaan kerajaan Sidabutar, tak seorang keluarga raja pun yang memeluk Islam. Hingga akhir, mayoritas keluarga raja dan rakyatnya memeluk kepercayaan Parmalim dimana mereka dilarang makan daging babi, anjing dan darah. Hanya raja ke-3 yang memeluk agama Kristen sebelum meninggal dunia.

Cerita tentang panglima perang Tengku Muhammad Said dan keluarga Raja itu dapat dilihat di makam keluarga raja Sidabutar yang ada di desa Tomok.

Di situ, wisatawan akan bisa melihat patung besar Tengku Muhammad Said yang ada di bagian ujung peti Raja Sidabutar ke-2 dan peti raja Sidabutar ke-3 yang dipasangi tanda salib sebagai bukti bahwa dirinya wafat dalam keadaan memeluk Kristen.

Hingga kini, setidaknya ada 3 agama dan 2 kepercayaan yang dianut masyarakat Batak. 3 agama tersebut adalah Kristen Katolik, Protestan dan Islam, sementara 2 kepercayaan yang masih ada adalah Parmalim dan Animisme.

Meski berbeda keyakinan, namun masyarakat Batak hingga kini dapat hidup berdampingan secara rukun.

sumber : dikutip dari berbagai sumber

Facebook Comments

About Hitabatak

Berbagi informasi menarik tentang Batak.

View all posts by Hitabatak →