Menu Babi Diganti Dalam Pesta Batak Akibat Virus Hog Cholera

Hitabatak.com/Medan,- Wabah virus hog cholera yang membuat puluhan ribu ternak babi mati massal diberbagai daerah di Sumatera Utara dalam beberapa waktu belakangan ini tidak hanya membuat kerugian dalam masyarakat sumatera utara secara khusus para pelaku usaha ternak babi melainkan virus hog cholera menimbulkan ketakutakan dikalangan masyarakat untuk mengomsumsi daging berkaki empat tersebut. Hal itu dikarenakan ada ketakutan virus ini menular kepada manusia.

Tidak hanya itu saja, daging babi yang biasanya menjadi menu wajib dalam setiap pesta yang dilakukan oleh orang Batak dibeberapa daerah sudah mengalami pergantian menjadi lembu atau hewan lainnya.

Padahal sudah ada himbaun resmi dari pemerintah melakui Keputusan Menterian Pertanian nomor 237 tahun 2019 yang menetapkan bahwa virus hog cholera tidak bersifat Zoonosis atau tidak menular kepada manusia hanya menular antar babi saja.

Dilansir dari laman berita medanbisnisdaily.com, Marihot Samosir salah seorang tokoh adat Batak, mengatakan dalam sebuah pesta perkawinan di Wisma Tanjung Morawa, Jalan Tanjung Morawa Km 14 ini, mengatakan, meski tidak mengkonsumsi daging babi, bukan berarti pesta adat Batak tidak sah.

“Memang kebiasaan selama ini mengkonsumsi pinahan (babi), tapi bukan berarti kalau pakai yang lain, tidak sah. Kalau soal panjambaran, diupayakan tetap pinahan. Yang penting dipastikan pinahannya sehat dan tidak terkena virus. Tapi kalau tidak bisa, lembu juga boleh, malah lebih bagus,” katanya.

Marihot Samosir melanjutkan bahwa makanan bukan menjadi indikator utama dalam pesta Batak melainkan aturan dan konsep adatnya berjalan sesuai dengan yang ditradisikan. Marihot maklum, bila masyarakat, termasuk orang Batak sendiri sekarang ini enggan mengkonsumsi daging babi. Tambah lagi di pasaran, daging babi sudah langka ditemui.

Baca Juga  Jelang New Normal, Bupati Taput tinjau kesiapan Rumah Ibadah

“Itu tidak masalah. Karena adat Batak itu pun tergantung situasi. Tidak paku mati,” pungkas Marihot.

 

Facebook Comments