Merayakan Sumpah Pemuda dengan Ideologisasi Pancasila

Oleh: Dikson Ringo *)

Bila diambil acak, generasi milenial akan gagap dalam menyebutkan Pancasila. Itulah sekelumit fakta jauhnya generasi milenial dari Penghayatan Pancasila. Bahkan generasi ini akan belepotan bila menyebut sila 1 hingga sila ke-5 Pancasila.

Terpapar media sosial membuat generasi digital ini terjauhkan dari nilai-nilai leluhur dan sejarah kebangsaan Indonesia yang tertancap dalam momentum Sumpah Pemuda. Diawali semangat Budi Utomo (1908) dalam mencerdaskan nalar Pemuda Hindia Belanda masa itu melalu Gerakan Kebangkitan Nasional hingga peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI 1945.

Generasi digital atau generasi milenial mudah merespon dalam gerak simpati dan empati (Humanisme). Respon menolong sesama sering tanpa pemahaman nilai-nilai leluhur dan ideologi Bangsa Indonesia, membuat generasi ini mudah melenceng dan Ideologi Bangsa dianggap tidak penting, lalu terjebak pada kelompok sendiri dan merasa paling benar. Banyak pemuda dan remaja terpapar radikalisme dan terorisme berawal dari media sosial.

Generasi milenial menghayati nilai-nilai kehidupan melalui media sosial, sejak bangun pagi hingga sebelum tidur. Dawai (Gadget) menyingkirkan peran orang tua, keluarga dan tetangga bahkan pertemuan dalam keluarga pun tersita oleh teknologi digital.

Internalisasi nilai-nilai didominasi pihak lain yang tak ada hubungan keluarga dan miskin nilai adat-agama. Generasi milenial terpapar teknologi dan semakin menjauhkan generasi ini dari nilai-nilai leluhur yang diperas menjadi Pancasila. Tanpa menginjeksi Ideologi Pancasila, masa depan republik ini akan bubar ditangan generasi milenial.

Ideologisasi Pancasila menjadi cara baru dalam menginternalisasikan Pancasila bagi generasi milenial atau generasi digital. Terminologi ini muncul pertama kali saat seorang kawan peserta Kursus Reguler Lembahas (PPRA ke-59) 2019 mengajak berdiskusi menemukan ide pembuatan tugas akhir.

Saya tawarkan terminologi Ideologisasi Pancasila dalam judul tugas akhirnya walau terminologi tersebut ditolak pembimbingnya karena minim rujukan teori dan belum pernah ada kemudian diganti dengan judul “Pembinaan Pancasila Bagi Generasi Milenial…” Tapi termonilogi ini menjadi wacana diskursus ditengah situasi generasi milenial yang gagap dalam memahami dan menghayati Pancasila. Generasi milenial harus dipahamkan bahwa Pancasila terhubung erat dengan Sumpah Pemuda.

Selamat merayakan Sumpah Pemuda; Satunya Wilayah NKRI, Satunya Sistem Nilai Bangsa Indonesia, Satunya Sistem Komunikasi Bangsa Indonesia.

*) Ketua DPP KNPI Bidang Poldagri & Pendiri Pemuda Adat Nusantara (PADAN)

Facebook Comments