fbpx

Minggu, 08 Desember 2019 (Minggu Adven Kedua)

Evangilium ~ Firman Itu Telah Menjadi Manusia

Yohanes 1:14-18

14.Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15.Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya : “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” 16.Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17.sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus 18Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Injil Yohanes (Yoh. 1:1) dimulai dengan suatu pernyataan. Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, Firman itu adalah Allah. Firman itu punya kuasa. Dia menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Melalui Firman itu, Allah menyampaikan perintah dan kehendakNya, yang harus dilakukan semua orang.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara manusia, dan manusia telah melihat kemuliaanNya. Artinya, Allah mau turun dari kemuliaanNya ke dunia yang penuh dosa ini menjadi manusia. Siapakah Dia? Ayat 15 menunjuk kepada Yesus, Anak tunggal Bapa yang penuh kemuliaan, kasih karunia dan kebenaran. Dialah Juruselamat yang lahir pada 2000-an tahun yang lalu.

Dia sungguh-sungguh Ilahi dan sungguh-sungguh manusia. Bukan setengah Ilahi dan setengah manusia. Bukan hanya kelihatannya manusia tetapi sebenarnya Ilahi. Kenapa Firman itu (Yesus) menjadi manusia? Supaya dekat dengan manusia, bersama-sama manusia, dan merasakan penderitaan manusia. Semua manusia telah berdosa. Karena itu, hanya Yesus yang tanpa dosa yang dapat menyelamatkan mqnusia yang berdosa.

Baca Juga  6 Ragam Seni Budaya Batak Toba Beserta Gambar Dan Artinya

Yesus menawarkan keselamatan, tetapi yang selamat hanya yang beriman kepada Yesus, mengakui Yesus satusatunya Juruselamatnya, dan melakukan kehendak Yesus. Keselamatan kini bukan karena melakukan Hukum Taurat, tetapi karena kasih karunia Yesus Kristus.

Kita tidak lagi melihat Yesus secara fisik tetapi kita dapat melihatNya secara rohani. Kita sangat dikasihiNya. Itu dibuktikanNya dengan pengorbananNya dan kematianNya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.

Masalahnya, apakah kita mengasihi Yesus? Apakah kita mengakuiNya sebagai satu-satunya Juruselamat kita? Apakah kita melakukan kehendakNya? Bila ”ya”, Firman yang telah menjadi manusia itu akan menyelamatkan kita.

*Yayasan Badan Kerja Sama Marturia

Facebook Comments