Apakah Hewan Kurban Merasakan Sakit ketika Disembelih? Ini Jawabannya
Oleh Berita Terkini
Ilustrasi Apakah Hewan Kurban Merasakan Sakit ketika Disembelih. Sumber: Unsplash/Taliwang Mengaji
Ilustrasi Apakah Hewan Kurban Merasakan Sakit ketika Disembelih. Sumber: Unsplash/Taliwang Mengaji

Kurban adalah sebagian dari peristiwa yang terjadi saat hari raya Iduladha tiba. Kurban merupakan proses penyembelihan hewan ternak tertentu sebagai wujud ketaatan hamba kepada Allah Swt. Namun, apakah hewan kurban merasakan sakit saat disembelih?

Pertanyaan tersebut mungkin pernah terlintas di benak. Apalagi yang pernah menyaksikan langsung kondisi hewan kurban yang disembelih.

Apakah Hewan Kurban Merasakan Sakit ketika Disembelih?

 Ilustrasi Apakah Hewan Kurban Merasakan Sakit ketika Disembelih. Sumber: Unsplash/Taliwang Mengaji
Ilustrasi Apakah Hewan Kurban Merasakan Sakit ketika Disembelih. Sumber: Unsplash/Taliwang Mengaji

Apakah hewan kurban merasakan sakit ketika disembelih? Dikutip dari buku Menjadi Bijak dan Bijaksana 1, Ibnu Basyar, (2020:124), ternyata penelitian menunjukkan jawaban yang mengejutkan, yaitu bahwa binatang yang disembelih secara syariat Islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Penelitian ini dilakukan oleh dua orang staf peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof. Wilhelm Schulze dan koleganya, Dr. Hazim, keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan berikut.

Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit? Menyembelih secara syariat Islam yang murni/menggunakan pisau tajam (tanpa proses pemingsanan) atau menyembelih dengan cara barat dengan pemingsanan/dipukul kepalanya?

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, menggunakan sekelompok sapi yang cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro Encephalograph (EEG).

EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG yang telah terpasang ditubuhnya selama beberapa minggu, setelah adaptasi dianggap cukup maka separuh sapi disembelih sesuai syariat Islam yang murni, dan sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi dari Barat.

Dalam syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher, yaitu saluran makan, saluran napas, serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis dan vena jugularis.

Syariat Islam tidak merekomendasikan metode pemingsanan, sebaliknya metode Barat justru mengajarkan, bahkan mengharuskan, agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Dari hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman dapat diperoleh kesimpulan berikut.

1. Penyembelihan Menurut Syariat Islam/Menggunakan Pisau Tajam

  • Pada tiga detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus) tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG, hal ini berarti pada tiga detik pertama setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.

  • Pada tiga detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut tercatat pula ECG bahwa jantung mulai meningkatkan aktivitasnya.

  • Setelah enam detik pertama ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher, grafik EEG tidak naik, tetapi justru drop (turun) sampai zero level (angka nol). Hal ini diterjemah oleh kedua ahli itu bahwa "No feeling of pain at all!" (tidak ada rasa sakit sama sekali)

  • Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal maka dihasilkan "healthy meat" (daging yang sehat). Jenis daging dari hasil sembelih semacam ini sangat sesuai prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan healthy food.

2. Secara Pemingsanan/Dibius/Disetrum/Dipukul Kepalanya (Cara Barat)

  • Setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu sapi tidak bergerak lagi sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dengan mudah disembelih tanpa merunta-runta dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit. Pada saat disembelih darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

  • Setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul sampai jatuh pingsan)

  • Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah, akibatnya jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah dari seluruh organ tubuh serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

  • Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, darah itu pun membeku di dalam urat/ pembuluh darah dalam daging sehingga dihasilkan "unhealthy meat" (daging yang tidak sehat), dengan demikian menjadi tidak layak dikonsumsi oleh manusia.

Baca Juga: Hewan Kurban Apa Saja dan Syarat-syaratnya

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan jawaban dari pertanyaan apakah hewan kurban sakit ketika disembelih adalah tidak sakit sama sekali asalkan cara menyembelihnya sesuai syariat Islam.(glg)

https://kumparan.com/berita-terkini/apakah-hewan-kurban-merasakan-sakit-ketika-disembelih-ini-jawabannya-22qq3IhlF8N

What's your reaction?

Comments

https://www.hitabatak.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!

Facebook Conversations