Kesaksian Orang-orang yang Alami Mati Suri: Ngaku Lihat Sosok Tanpa Wajah
Beberapa orang yang berhasil selamat dari kematian akibat serangan jantung mengaku melihat sosok tanpa wajah. #kumparanSAINS
Ilustrasi hantu.  Foto: Shutterstock
Ilustrasi hantu. Foto: Shutterstock

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti di NYU Grossman School of Medicine mengungkap kisah para penyintas serangan jantung ketika mengalami kematian sesaat atau mati suri. Beberapa orang yang disurvei mengaku melihat sosok tanpa wajah saat jantungnya berhenti berdetak.

Hasil studi ilmuwan NYU Grossman School of Medicine menemukan bahwa beberapa orang yang selamat dari kematian akibat serangan jantung memiliki kesadaran, kewaspadaan, dan pengalaman kognitif saat jantung mereka berhenti berdetak. Mereka memiliki ingatan yang jelas tentang kematian hingga satu jam setelah jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.

Ini didapat setelah para peneliti mensurvei 567 orang yang mengalami serangan jantung antara Mei 2018 hingga Maret 2020 di AS dan Inggris. Sekitar 10 persen di antaranya–yang menerima perawatan cepat saat serangan jantung– berhasil pulih dari masa-masa kritis. Namun, 4 dari 10 pasien yang selamat mengalami pengalaman kognitif selama cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Saya ingat berada di lapangan luas dengan tenda abu-abu tersebar di mana-mana. Ada sosok tak berwajah. Saya ingat berjalan melewati ngarai. Di kedua sisi ngarai ada pria berjubah putih dengan tudung menyembunyikan wajahnya. Hal terakhir yang saya ingat adalah mereka menunjuk ke arah saya. Kemudian dunia ditelan oleh abu-abu.” - Pengakuan salah satu peserta mengatakan kepada peneliti -

Serangan jantung terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa darah ke seluruh tubuh. Seseorang yang terkena serangan jantung akan pingsan tak sadarkan diri akibat kurangnya aliran darah secara tiba-tiba.

Ilustrasi serangan jantung saat mengemudi Foto: Shutter Stock
Ilustrasi serangan jantung saat mengemudi Foto: Shutter Stock

Mereka yang terkena serangan jantung akan meninggal jika tidak segera diobati. Menurut CPR Select, setiap tahunnya dari 350.000 upaya CPR di luar rumah sakit, tingkat kelangsungan hidup pasien bervariasi dari 5 hingga 10 persen. Sementara jika CPR dilakukan di rumah sakit, dari 750.000 kasus serangan jantung ada peluang 20 persen pasien bisa diselamatkan.

“Meski dokter telah lama mengira bahwa otak mengalami kerusakan permanen sekitar 10 menit setelah jantung berhenti memasok oksigen, penelitian kami menemukan bahwa otak dapat menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah CPR berlangsung,” kata Sam Parnia, MD, PhD., penulis studi senior yang merupakan profesor madya di Department of Medicine at NYU Langone Health dan direktur penelitian perawatan klinis dan resusitasi di NYU Langone.

Peserta lain mengaku mereka mendengar namanya dipanggil berkali-kali di mana di dekatnya ada setan dan monster.

“Aku mendengar namaku berulang kali. Di sekelilingku ada sosok seperti setan dan monster. Rasanya seperti mereka mencoba merobek bagian tubuhku. Di sudut kanan atas di mana pun aku berada, aku bisa melihat sosok itu. Tidak ada wajah, tapi itu sosoknya laki-laki. Dia teriak memanggil namaku dan meraih tanganku. Aku mengulurkan tangan dan merasakan seseorang menarikku ke arahnya. Aku mendengar, ‘Apakah dia bernapas? Apakah dia bernapas?’”
- kata peserta yang lain

Sekitar 40 persen pasien yang menerima pemantauan otak selama penelitian berlangsung mengalami kembalinya aktivitas otak normal, bahkan setelah satu jam CPR. Data EEG menunjukkan, pasien-pasien itu mengalami lonjakan gelombang gamma, delta, theta, alfa, dan beta –ini semua terkait dengan fungsi mental yang tinggi.

Peneliti mengatakan bahwa otak yang sekarat menghasilkan sistem penghambat alami. Proses ini dapat memicu dimensi realitas baru dan bisa membangkitkan ingatan yang tersimpan, mulai dari masa kanak-kanak hingga kematian.

“Pengalaman ini memberikan gambaran sekilas tentang dimensi kesadaran manusia yang nyata, namun sedikit dipahami yang terungkap setelah kematian. Temuan ini juga dapat membawa pengobatan baru untuk menghidupkan kembali jantung atau mencegah cedera otak dan berimplikasi untuk transplantasi,” kata Parnia sebagaimana dikutip Newsweek.

Para peneliti mengatakan, dibutuhkan studi lanjutan untuk memahami lebih jauh pengalaman kematian yang dialami seseorang.

https://kumparan.com/kumparansains/kesaksian-orang-orang-yang-alami-mati-suri-ngaku-lihat-sosok-tanpa-wajah-21DfPgrwSee

What's your reaction?

Comments

https://www.hitabatak.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!

Facebook Conversations