Peduli Wamena, Pemprov Sumut Galang Dana Hingga Rp. 2,1 Miliar

Hitabatak.com/Medan-Situasi di Wamena, Papua beberapa waktu lalu yang mencekam hingga banyak masyarakat yang bukan berasal dari Papua namun sudah menetap disana terpaksa meninggalkan Wamena dengan alasan keamanan.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan aksi galang dana untuk masyarakat Sumut yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua.

Informasi yang dihimpun Hitabatak.com, bahwa dari aksi tersebut sudah mencapai Rp2,1 miliar.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi selaku inisiator aksi penggalangan dana “Sumut Peduli Wamena,” dilaksanakan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (3/10).

Sampai hari ini terkumpul Rp 2,1 miliar (tepatnya Rp.2.101.132.000). Masih ada tiga hari lagi sebelum tim berangkat ke sana. Bila masih ada yang ingin menyumbang silahkan,” kata Edy.

Dengan dana yang sudah ada, nantinya akan dibawa oleh Tim bentukan Pemprov Sumut dengan nama tim Peduli Papua

Tim yang dibentuk bertugas melakukan pendataan, mentabulasi kebutuhan dan memberikan penanganannya yang terbaik yang dibutuhkan oleh masyarakat disana.

‚ÄúDana ini akan kita berikan kepada pengungsi sesuai kebutuhan mereka, misalnya makanan, kain, obat-obatan, susu, atau mungkin memperbaiki rumah mereka, yang pasti harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat asal Sumut yang ada di sana,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa saat ini terdapat 80 masyarakat asal Sumut yang mengungsi di Rindam XVII/Cen, Sentani. Data ini pun mungkin akan terus bertambah karena masih banyak warga Sumut mengungsi dititik lain.

“Saya telepon petugas di Wamena, sekarang total ada 80 orang yang mengungsi di Rindam, tapi tentu masih banyak lagi yang mungkin mengungsi di tempat-tempat lainnya, seperti rumah kerabat atau saudara mereka. Ini akan dipastikan oleh tim kita yang berangkat ke sana,” jelasnya.

Namun Informasi terbaru yang didapatkan oleh Gubsu mengatakan bahwa saat ini kondisi Wamena sudah kondusif. Masyarakat mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Hal ini senada dengan keterangan warga asal Sumut yang tiba di Medan pada Senin (30/09), bahwa kondisi sudah mulai normal.

Facebook Comments