Pemerintah upayakan buka akses transportasi dan infrastruktur di kawasan Danau Toba

hitabatak.com > Artikel > Pemerintah upayakan buka akses transportasi dan infrastruktur di kawasan Danau Toba
Luhut panjaitan bersama Wishnu Tama saat berada di Danau Toba pada rabu (3/3) (foto : Sindo)

Pemerintah upayakan buka akses transportasi dan infrastruktur di kawasan Danau Toba

Jakarta – Danau toba sebagai salah satu destinasi pariwisata yang masuk kedalam lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) saat ini dalam penataan untuk tahap awal ditargetkan selesai pertengahan tahun ini. Adapun lima KSPN mencakup Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara; Borobudur di Provinsi Jawa Tengah; Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat; Bunaken di Provinsi Sulawesi Utara; dan Bangka Belitung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dilansir dari laman Sindo, hal tersebut diungkapkan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan yang sudah disepakati dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Tadi kami melakukan rapat yang membicarakan 39 spot wisata yang kita sepakati dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lalu dari 39 itu kita perkecil menjadi sekitar 8-10 spot saja. Agar kita bisa lebih fokus. Kami hitung berapa yang bisa kita langsung danai sehingga bisa selesai Juni,” ujar Luhut di Jakarta, Kamis (5/3).

Lebih lanjut Luhut mengatakan bahwa Pemerintah sedang melakukan berupaya semaksimal mungkin agar akses transportasi dan infrastruktur agar sudah tersedia di kawasan Danau Toba secepat mungkin.

“Di otorita Sibisa sudah beberapa investor yang mau masuk, dengan para investor itu kami akan menyelesaikan tiga ruas jalan, listrik, dan IPAL (Instalasi Pengolahan Limbah). Ini sudah ditenderkan dan akan dikerjakan bulan April, dengan begitu sekitar Mei atau Juni konstruksinya sudah bisa dimulai. Proyek ini sempat tertunda sekitar 8 bulan karena alasan sengketa tanah, tetapi sekarang sudah selesai. Agar (kawasan wisata ini) dapat segera kita jual,” jelasnya.

Saat ini Menparekraf tengah mempelajari sumber dana dan berencana akan mengabungkan anggaran Kemenparekraf, PUPR, dan Dana Desa dengan harapan mendatangkan para wisatawan dari mancanegara.

Baca Juga  ILAJ : Parapat Sekitarnya layak Kota Madya akan jadi Kota Wisata Danau Toba

“Menparekraf sudah mempelajari sumber dananya. Dari sana kami mendapati bahwa kita bisa gabungkan anggaran Kemenparekraf, PUPR, dan Dana Desa, dll. Ini salah satu cara agar wisatawan yang datang bukan hanya dari luar negeri tapi juga dalam negeri. Seperti desa Sigapiton yang saya kunjungi kemarin, baru saya pejabat tinggi negara yang datang ke sana sekian lama sepanjang sejarah desa itu. Padahal desa itu hanya berjarak beberapa kilometer dari Parapat. Yang seperti ini, saya harapkan dapat mempercepat proses pembangunan,” katanya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Aplikasi Hitabatak di Genggaman Anda

Download Sekarang di PlayStore.