Pemkab Samosir dan Konsultan Kementerian PUPR Bahas Master Plan Proyek Senilai Rp 105 M

Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Tim konsultan Kementerian PUPR membahas penyusunan master plan dan Detail Engineering Design (DED) dan Kawasan Strategi Pembangunan Nasional (KSPN) Danau Toba Kabupaten Samosir, di rumah dinas Bupati Samosir, Jalan Danau Toba Pangururan, Kamis (10/10).
Dalam pertemuan itu, Ketua Tim Konsultan Rully Harianto memaparkan konsep pengembangan, konsep perancangan dan Program perancangan, tiga lokasi yang menjadi pengembangan destinasi wisata yaitu, kawasan wisata Panorama Tele, Water Front City Pangururan dan Pantai Indah Situngkir dengan biaya Rp 105 miliar dan luas sekira 30 hektar. Proyek tersebut akan ditenderkan pada Nopember mendatang.
Rully Harianto juga menjelaskan konsep pengembangan ketiga destinasi wisata mengusung tema, “Aek Natio (air dan kehidupan)”, yang dalam tradisi Batak sangat menghargai keberadaan Aek Natio (Air yang jernih) sebagai awal kebaikan dalam kehidupan jasmani. Pemilihan kata Aek Natio ini juga sebagai sebuah gerakan dan edukasi untuk semua pelaku wisata agar sama-sama menjaga kebersihan air Danau Toba sebagai kunci kesuksesan pariwisata di Samosir.
“Konsep pengembangan kawasan wisata Panorama Tele dijadikan titik awal peziarahan “Tu Bona ni Pinasa” (asal muasal leluhur), karena dari tempat ini wisatawan dapat melihat secara lengkap gunung, danau dan vegetasi (Pusuk Buhit, Danau Toba dan hutan) sebagai awal dari sejarah Bangso Batak”, katanya.
Ditambahkan, beberapa revitalisasi dan pembangunan yang dilakukan untuk mendukung konsep pengembangan tersebut adalah taman parkir, jembatan pedestrian dan jaringan pedestrian skybridge, membangun panorama kuliner baru, merivitalisasi Menara Pandang Tele sebagai pusat informasi Geopark Kaldera Toba dan membangun Plaza Tarombo Batak sebagai asal usul masyarakat Batak.
“Untuk Water Front City Pangururan, akan mengusung konsep kota pariwisata kelas dunia. Sebagai kota teras penerima wisatawan maka perencanaan desain harus diperkuat dengan identitas kota yang bertranformasi dalam arsitektur Batak modern sebagai simbol menyongsong peradaban Batak di masa depan”, katanya.
Disebutkannya, ada beberapa segmen pembangunan yang akan dilakukan di Water Front City Pangururan, antara lain Taman Baca Putri Lopian, Taman Budaya dan Plaza Aek Natio, dermaga wisata, pusat kuliner, jaringan pedestrian, amphitheater dan lain-lain.
Sementara Bupati Samosir Rapidin Simbolon menjelaskan, pengembangan KSPN Danau Toba di Kabupaten Samosir dibagi dalam dua bagian besar, yaitu Kecamatan Simanindo dan Kecamatan Pangururan.
“Di Kecamatan Simanindo ada beberapa penataan dan pengembangan yang saat ini juga sedang dikerjakan konsultan lain, yaitu pembangunan Water Front City Tomok, penataan Huta Siallagan dan Kampung Ulos. Sedangkan untuk Kecamatan Pangururan adalah Water Front City Pangururan dan Pantai Indah Situngkir”, jelas Rapidin.
Ia juga menjelaskan pengembangan kawasan Danau Toba yang konsepnya sudah tertuang dalam Integrate Tourism Masterplan oleh Kementerian PUPR, Kabupaten Samosir mendapat porsi yang paling besar. Menurut dia, keseluruhan pengembangan destinasi wisata harus memerhatikan tiga aspek penting, yaitu green, nature dan sustainable. Dan semangat pembangunan ini sudah sesuai konsep pengembangan yang digaungkan Unesco Global Geopark yakni konsep pengembangan kawasan dengan prinsip konservasi lingkungan dan pelestarian.
“Pembangunan Water Front City yang kita rencanakan ini harus sinkron dengan pelestarian kawasan Danau Toba, harus diikuti dengan penanaman pohon di sekitarnya sehingga akan terlihat indah secara natural. Jadi semua perencanaan dan pembangunan ini adalah warisan yang kita sampaikan ke generasi berikutnya. Tugas kita untuk saling menjaga dan memelihara bentang alam yang sudah Tuhan titipkan untuk kita. Jangan ditanyakan dulu apa yang kita dapatkan dari kabupaten ini, tapi apa yang bisa kita berikan untuk kabupaten ini sehingga tumbuh menjadi lebih baik” kata Rapidin
Facebook Comments

About Hitabatak

Berbagi informasi menarik tentang Batak.

View all posts by Hitabatak →