Pengembangan Danau Toba mulai Juli, Luhut : kita ikutkan pula ahli kultur orang Batak

hitabatak.com > Artikel > Pengembangan Danau Toba mulai Juli, Luhut : kita ikutkan pula ahli kultur orang Batak
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menparekraf Wishnutama Kusubandio sedang bersantai di Kaldera Danau Toba, pada Selasa, 3 Maret 2020. Dok. Kemenparekraf

Pengembangan Danau Toba mulai Juli, Luhut : kita ikutkan pula ahli kultur orang Batak

Jakarta – Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi merencenakan pengembangan Desa wisata di Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas agar tetap berjalan.

Hal tersebut diungkapkan Luhut melalui video conference Rakor Pengembangan Desa Wisata di DSP Danau Toba, Pembangunan tempat wisata itu, ia targetkan mulai dikerjakan Juli atau Agustus mendatang. Setidaknya, terdapat 10 desa wisata yang rencananya dikembangkan di DSP Danau Toba, ke 10 Desa tersebut terletak di Kabupaten Humbang Hasundutan (3 Desa), Kabupaten Toba (4 Desa) dan Kabupaten Tapanuli Utara (3 Desa).

“Sekarang kita tinggal bahas siapa berbuat apa, time table, berapa dana yang dihabiskan, Juli kita mulai bekerja, kalau tidak bisa kita mundur sebulan. Kemudian, kita membagi pekerjaan kepada kementerian/lembaga terkait agar terintegrasi, kita ikutkan pula ahli kultur orang Batak. Jadi koordinasi juga harus ketat walaupun kita physical distancing,” ujarnya pada Rabu (15/4).
Hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang pernah dilakuakan sebelumnya. Dari semua desa tersebut, ada berbagai kebutuhan utama terutama infrastruktur yang wajib dibenahi, di antaranya perbaikan akses jalan (7 Desa), penyediaan air bersih (5 Desa), pelatihan SDM (3 Desa), dan perbaikan rumah adat (2 Desa).
Pengembangan desa wisata ini digarap oleh 7 kementerian. Kemenparekraf akan menyiapkan master plan Desa Wisata dan pendampingan serta pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat untuk mengelola Desa Wisata.
Kemudian, Kemendes PDT akan melakukan pendampingan pengelolaan Dana Desa untuk kebutuhan bersama dan pendampingan pengelolaan BUMDES. Lalu, Kementerian PUPR akan melakukan perbaikan akses jalan menuju dan dalam kawasan Desa, perbaikan rumah masyarakat untuk dijadikan homestay, penataan kawasan permukiman, dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah dan IPAL.
 
Adapun Kemenhub sebagai pelaksana pembangunan dermaga dan halte pemberhentian Bus Air dan penyediaan angkutan wisatawan dengan Bus Air. Selain itu, Kemendikbud, Kementerian KLHK, Kemenkominfo dan juga BUMN seperti Pertamina dan pihak swasta yakni Airy tercatat juga terlibat dalam proyek tersebut.
Sumber : Kumparan
Editor    : Yedija M
Baca Juga  Jokowi Centre Semarakkan Syukuran Inagurasi Jokowi
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

Aplikasi Hitabatak di Genggaman Anda

Download Sekarang di PlayStore.