Ratna Sarumpaet Akui Tidak Ada Penganiayaan, Hanya Operasi Plastik.

Aktivis Ratna Sarumpaet menjelaskan awal dirinya berbohong dianiaya orang. Dia mengaku berbohong pertama kali kepada anaknya saat mengetahui wajahnya lebam.

Ratna mengatakan saat itu anaknya bertanya mengapa wajahnya lebam. Dia langsung menjawab dipukuli orang.

“Saya ditanya anak saya, saya jawab dipukuli orang. Jawaban pendek itu terus dikorek karena anak lihat ibunya lebam-lebam. Saya tak pernah membayangkan kebodohan ini,” kata Ratna saat konferensi pers di rumahnya, Jakarta, Rabu (3/10).

Ratna mengatakan selama sepekan terakhir, cerita tentang wajah lebam karena dipukuli orang berputar pada keluarga. Dia mengatakan hal ini tidak ada kaitannya dengan urusan politik.

“Saya enggak tahu bagaimana tapi saya kembali pada cerita itu. Mohon ini jangan dianggap saya mencari kebenaran. Ini salah,” katanya.

Ratna mengakui membiarkan kebohongan itu. Bahkan dia berpikir untuk mengembangkan cerita bohong tentang penganiayaan itu.

“Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita,” kata Ratna.

Saat bertemu dengan sejumlah koleganya, termasuk para elite politik di kubu Prabowo Subianto, Ratna pun membiarkan cerita bohong itu. Namun belakangan dia meminta maaf atas kebohongan yang dilakukannya.

“Bohong itu sebuah perbuatan yang salah, dan saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya,” kata Ratna.

Ratna mengakui pada 21 September 2018 lalu mendatangi rumah sakit khusus bedah. Dia mengatakan kedatangannya untuk menemui dokter ahli bedah plastik di Jakarta.

“Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat dia menyedot lemak pipi kiri,” kata Ratna.

Setelah operasi berjalan pada 21 September itu, dia melihat pipinya bengkak tidak seperti biasanya.

“Jadi apa yang saya katakan ini menyanggah penganiayaan,” kata Ratna.

Baca Juga  Kenapa Penggunaan Bahasa Batak Makin Berkurang? Ternyata Ini Alasannya

Sebelumnya, Juru bicara Rumah Sakit Khusus (RSK) Bina Estetika Hariesman membenarkan pihaknya sudah menerima pasien atas nama Ratna Sarumpaet (RS) sejak tanggal 20 September 2018.

Sejumlah pihak menyebut Ratna dianiaya pada 21 September di Bandung Jawa Barat. Salah satu yang menyampaikan adalah juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Selain itu, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan politikus Gerindra Rachel Maryam juga menyebut Rana dianiaya.

Prabowo juga mengatakan Ratna dianiaya. Calon presiden nomor urut 02 itu menyebut kasus yang dialami Ratna sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Facebook Comments
About Hitabatak 1131 Articles
Berbagi informasi menarik tentang Batak.