Revolusi Orang Batak Terhadap Pembangunan Danau Toba

Orang Batak yang dikenal sebagai Raja bukan pelayan. Dalam hal ini pembangunan danau Toba untuk memajukan pariwisata di Indonesia. Pemerintah menyiapkan dana yang sangat realistis yaitu sekitar 2.4 Triliun Rupiah. Angka ini sangat menakjubkan untuk pembangunan suatu daerah di Indonesia.

Orang Batak harus bisa menempatkan posisi dimana tidak harus menjadi orang yang harus dilayani, tapi dapat juga melayani para wisatawan yang akan berkunjung ke Danau Toba, karena pelayanan sangat diutamakan dalam tempat pariwisata.

Banyak hal terjadi ketika daerah Toba menjadi sasaran wisatawan untuk berkunjung, seperti harga yang tidak terkontrol oleh orang-orang yang memandu wisatawan, sehingga para wisatawan merasa kurang puas dengan pelayanan orang-orang sekitar danau Toba.

Dalam pembangunan danau Toba ini menjadi salah satu surga Indonesia dalam hal pariwisata, kita berharap para tour guide, dan orang batak yang ada disekitarnya dapat melakukan pelayanan yang baik dan juga dapat menyenankan hati para wisatawan. Sehingga pariwisata dalam Danau Toba dapat menjadi kenangan yang baik bagi para wisatan, bukan hanya untuk sekali saja dikunjungi, tapi dapat juga menjadi referal bagi wisatawan lainnya untuk mengajak orang lain untuk berkunjung ke Danau Toba.

Bagi Orang Batak yang berada disekitaran danau Toba dapat memajukan perekonomian melalui sektor pariwisata dan memanfaatkan momentum yang dilakukan pemerintah untuk membangun danau Toba menjadi surga pariwisata di Indonesia. Diharapkan juga dapat manghobasi para wisatawan yang datang ke danau Toba.


Facebook Comments

About Hitabatak

Berbagi informasi menarik tentang Batak.

View all posts by Hitabatak →