July 11, 2020

hitabatak.com

kumpulan informasi tentang lirik, budaya, berita batak menarik

Sebanyak 45,625 Ton Benih Padi disalurkan ke Petani di Barus

Advertisements

Tapanuli Tengah – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menyalurkan Benih Padi yang dibagikan kepada Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kecamatan Sosorgadong, Kecamatan Barus, dan Kecamatan Barus Utara, Jum’at (26/06/2020).

Bakhtiar Ahmad Sibarani selaku Bupati Tapteng menyampaikan bahwa Pemkab Tapteng membagikan Benih Padi kepada Kelompok Tani di 3 (tiga) kecamatan sebanyak 45.625 kg dari total yang dibagikan di Kabupaten Tapanuli Tengah 72.500 kg.

Bupati Tapanuli Tengah menjelaskan bahwa sebaran benih padi yang disalurkan itu di Kecamatan Barus sebanyak 21.550 kg untuk 38 Kelompok Tani dengan luas lahan pertanian 862 Ha, di kecamatan Sosorgadong sebanyak 23.125 kg untuk 39 Kelompok Tani dengan luas lahan 925 Ha, dan di Kecamatan Barus Utara sebanyak 7.650 kg untuk 13 Kelompok Tani dengan luas lahan 306 Ha. Total benih padi yang akan disalurkan kepada Kelompok Tani di Tapteng sebanyak 72.500 kg (72,50 ton) untuk luas lahan 2.900 Ha.

“Kita akan terus berupaya agar di tahun-tahun mendatang kebutuhan beras di Kabupaten Tapanuli Tengah bisa tercukupi dari hasil pertanian KabupatenTapanuli Tengah. Irigasi juga terus kita perbaiki. Produktifitas pertanian harus kita tingkatkan, demikian juga dengan ketahanan pangan di Kabupaten Tapanuli Tengah,” Bakhtiar didampingi Pimpinan DPRD Tapteng.

Bakhtiar Ahmad Sibarani berharap kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanami tanaman yang bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat serta jangan sampai berurusan dengan rentenir.

“Jangan ada lagi masyarakat Tapanuli Tengah yang melakukan pinjaman kepada  karena bunga pinjamannya itu sangat memberatkan masyarakat. Semoga kita bisa menjadi penentu pada masa yang tidak menentu untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Tengah,” harap  Bakhtiar. (*)

Facebook Comments
Baca Juga  RSUD Tarutung dibangunan ruang isolasi Covid-19