Sebanyak 9.421 Ekor Babi Mati di Sumut akibat ‎virus hog cholera. 

Hitabatak.com/ Medan,- Wabah hog cholera atau kolera babi di Provinsi Sumatera Utara belum teratasi. Pemerintah Sumatera Utara mencatat 9.421 ekor babi mati akibat serangan penyakit ‎virus hog cholera.

Data yang dihimpun Hitabatak.com mencatat bahwa terdapat 11 kabupaten atau kota di Sumut yang mengalami serangan penyakit ‎virus hog cholera. diantaranya Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun dan Pakpak Bharat, serta Kota Medan.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi angkat bicara melihat realitas yang terjadi, bila wabah tersebut tidak bisa diatasi, seluruh babi harus dimusnahkan.

“Tim lagi turun. Kalau virus tidak bisa diatasi, semuanya harus dimusnahkan. Ke sana larinya itu,” ujar Edy, pada hari senin (18/11).

Permasalahan virus hog cholera  yang terjadi sudah dikoordinasikan oleh Pemprov Sumut kepada Kementerian Kesehatan, dengan pertemuan Edy Rahmayadi dengan menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

“Terkait virus ini, saya sudah ‎jumpa dengan Menteri Kesehatan, dan disebut tidak menularkan siapapun, baik manusia, binatang, dan lainnya. Khusus si babi. Kalau bukan babi, aman dia,” ucap Edy dilansir dari laman berita news.analisadaily.com

Saat ini pihak kementerian juga tengah memproses permintaan dari Pemprov Sumut untuk mengirim vaksin yang dapat mencegah virus hog cholera.

“Untuk vaksin, yang menentukan itu Menteri Kesehatan untuk mengeluarkan vaksin, bukan Kadis Kesehatan. Dari Kementerian ke Kadis, ini sedang diproses,” tutup Edy.

 

 

 

Facebook Comments