Ternak Babi Mati di Sumut Terus Meningkat Hingga 27.070 Ekor

Hitabatak.com/Medan,- Populasi babi di Sumatera Utara terus mengalami penurunan akibat banyak ternak babi yang terkena wabah virus hog cholera atau kolera babi mengalami kematian. Menurut data terakhir Kementerian Pertanian ada sebanyak 1.277.471 ekor babi yang ada di Sumatera utara menurun sekitar 2,7 persen dari total populasi atau sebanyak 27.070 ekor babi di Sumut mati akibat virus hog cholera. Data tersebut dihimpun dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara mencatat hingga Jumat (13/12).

Agustia selaku Kepala Balai Veteriner Medan menerangkan bahwa tercatat ada 16 Kabupaten tersebar daerah di sumut yang ternak babinya yang mati hingga 27.070  yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar dan Langkat.

“Kalau sebelumnya ada 25 ribu ekor ternak babi yang mati di 16 kabupaten/kota di Sumut. 16 kabupaten/kota itu memang kantong ternak babi atau populasi babi yang ada di Sumatera Utara” kata Agustia Kamis (12/12).

Menurut Agustia data tersebut didapatkan dari warga yang melapor ternak babinya yang mati walaupun Agustia yakin masih ada ada warga yang tidak melaporkan kematian babinya, karena faktor jarak atau lokasi dan menguburnya secara swadaya.

Dilansir dari laman berita Sumut.antaranews.com, lebih lanjut Agustia menerangkan bahwa angka kematian yang terlapor rata-rata 1.000 sampai 2.000 ekor per hari. kematian ternak babi ini sangat cepat. Kematian ternak babi telah dilaporkan ke Direktur Kesehatan Hewan dan Dirjen Peternakan. Selain itu, juga telah dilakukan analisis menyeluruh dari beberapa komponen, pertama hasil uji lab. Di mana, terdapat reaksi terhadap Afrikan Swine Fever (ASF). Kedua kajian secara epidemologi, terkait dengan mulai kapan terjadi, berapa yang mati dan sakit, dan ketiga terkait pola dan kecamatan penyebarannya.

Baca Juga  Kematian Babi di Sumatera Utara akibat Virus ASF dan Hog Cholera Menurun

Walaupun sudah dilaporkan namun Menteri Pertanian hingga saat ini belum menyatakannya (declare). Virus hog cholera sudah pernah di-declare (umumkan) tak lama setelah kematian ribuan babi di Sumut terjadi pada kurun tahun 1993 – 1995. Saat itu, kasusnya bermula dari Dairi.

Facebook Comments