July 13, 2020

hitabatak.com

kumpulan informasi tentang lirik, budaya, berita batak menarik

Yasonna Laoly diminta Segera Mundur dari Menkumham

Yasonna Hamonangan Laoly ( Doc. Ist)

Yasonna Hamonangan Laoly ( Doc. Ist)

Advertisements

hitabatak.com/Jakarta. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati meminta agar Yasonna Hamonangan Laoly segera mundur dari jabatannya sekarang sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) tanpa menunggu hasil Tim Pencari Fakta (TPF) kepulangan Harun Masiku.

Hal ini dikarenakan bahwa Yasonna dianggap gagal mengawasi anak buah terkait masalah kesimpangsiuran informasi kepulangan Harun Masiku.

Dilansir dari laman Sindo, Asfinawati mengatakan, pernyataan Yasonna Laoly yang siap mundur dari jabatan Menkumham jika Tim Pencari Fakta kepulangan Harun Masiku nantinya tidak menemukan kesalahan kepada Ronny Franky Sompie dan Alif Suaidi, dikritik.

“Cara berpikirnya keliru. Seharusnya Yasonna mundur bukan hanya kalau Sompie enggak salah,” ujar Asfinawati pada Selasa (4/2/2020).

Lebih lanjut Asfinawati menerangkan bahwa jika nanti Ronny Sompie terbukti tidak bersalah dan Yasonna mundur maka ini menandakan bahwa keputusan Yasonna mencopot Ronny adalah sebagai kekeliruan.

“Tapi kalau Sompie salah, dia (Yasonna-red) tetap harus bertanggung jawab. Karena gagal mengawasi anak buah,” ujarnya.

Selain itu dalam konferensi pers tim hukum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terlihat Yasonna Laoly ikut hadir terkait kasus Harun Masiku.

“Dari ikutnya dia (Yasonna-red) di konferensi pers sebagai pembela Harun maka dia punya motif. Sejak konferensi pers itu maka dia harus dilihat sebagai pembela, bukan hanya Menkumham, dan justru inilah kesalahan terbesar dia, tidak bisa membedakan diri sebagai menteri dan sebagai orang partai,” katanya.

Saat ini Harun Masiku telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dan  telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Selain Harun KPK juga telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka kasus suap PAW itu, yakni Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Eks Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful.

Facebook Comments
Baca Juga  Peringati Hari Sumpah Pemuda, GMKI Pematangsiantar-Simalungun Gelar Panggung Rakyat